3 Alasan Kenapa Nugget dan Sosis Tidak Sehat untuk Anak

 

Moms taukah Anda jika daging olahan seperti sosis, nugget, ham dan bacon tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak? Menurut ahli kesehatan, daging olahan berpotensi menyebabkan kanker di kemudian hari,terutama anak-anak. Ini dikarenakan jika sudah terbiasa mengkonsumsi daging olahan dari kecil anak akan terbiasa memasukkan daging olahan sebagai menu makan mereka sehingga meningkatkan risiko kanker saat dewasa. Berikut ini 3 alasan yang menguatkan bahwa nugget dan sosis tidak sehat untuk anak:

 

  1. Adanya komponen penyebab kanker

Olahan daging dibuat agar daging menjadi tahan lama atau awet dalam jangka waktu yang lama. Untuk mengawetkan inilah dimasukkan bahan pengawet yang mengandung nitrit dan nitrat. Kedua zat ini akan berubah menjadi komponen penyebab kanker ketika masuk dalam tubuh. Sebenarnya nitrat dan nitrit ini sudah terdapat dalam daging merah, tapi karena ditambahkan saat pembautan olahan gading sebagai bahan pengawet dan pemberi warna, zat tersebut berubah menjadi nitrosamine dan nitrosamide yang menjadi penyebab kanker.

 

Pengasapan pada daging olahan pun bisa memicu kanker. ketika proses pengasapan daging akan menyerap tar dalam jumlah yang banyak pada asap. Kebiasaan dalam mengonsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko seseorang meninggal karena kanker sebesar 11%. Jenis kanker yang bisa ditimbulkan adalah kanker usus dan kanker kolorektal. Beberapa komponen dalam daging olahan maupun merah pun bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan usus dengan cara mempercepat sel-sel dalam tubuh membelah.

 

  1. Daging olahan tinggi lemak jenuh

dalam 75 gram sosis terdapat 7 gram lemak jenuh di dalamnya, ini sudah bisa memenuhi setengah dari batas maksimal konsumsi lemak jenuh harian. Terlebih untuk kebutuhan kalori per hari anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa. Contohnya anak usia 4-6 tahun membutuhkan kalori sebanyak 1600 per harinya. Menandakan konsumsi lemak maksimal yang dianjurkan menjadi 9 gram per hari.

 

Kelebihan lemak jenuh juga akan membawa masalah bagi kesehatan terlebih pada anak-anak, bisa menyebabkan risiko kegemukan dan obesitas dan berlanjut menjadi penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes dan stroke. Sehingga konsumsi daging olahan haruslah dihindari.

 

 

  1. Mengandung garam dan sodium yang tinggi

Taukah Moms jika daging olahan ini banyak menganadung garam dan sodium?. Garam ini digunakan untuk mengawetkan daging, sehingga mampu menyerap air, garam uga bisa mengurangi kadar air dalam daging sehingga meminimalkan kemungkinan tumbuhnya bakteri. Seperti yang Moms ketahui, tingginya garam dapat meningkatkan risiko hipertensi. Garam dalam tubuh dapat memicu peningkatan volume darah, memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dan menimbulkan tekanan di arteri.

 

Di dalam daging olahan juga memiliki kandungan sodium 4 kali leibh besar jika dibandingkan dengan daging biasa. Terlalu banyak mengkonsumsi sodium juga dapat menyebabkan kerja ginjal semakin berat. terlalu banyak konsumsi sodium juga bisa menyebabkan kerja ginjal semakin berat. Saat dalam tubuh terdapat kandungan sodium yang tinggi, maka tubuh akan menahan air,hal itu bertujuan untuk melarutkan kelebihan sodium, dan menyebabkan cairan berkumpul di sekitar sel tubuh serta meningkatkan volume darah ke dalam pembuluh darah. Peningkatan volume darah menandakan jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan yang diterima oleh pembuluh darah juga leblih tinggi. Jika terus dibiarkan maka bisa menyebabkan pembuluh darah mengeras hingga beresiko darah tinggi, serangan jantung hingga stoke.

 

 

Leave a Comment