4 Risiko Anak Gemuk dan Cara Pencegahannya

 

Anak gemuk memang lucu tapi belum tentu sehat. Sebagai orang tua Moms mungkin senang jika memiliki anak yang gemuk, mungkin Moms juga gemas ketika melihat anak gemuk dan berpikir memberikan makanan yang banyak bisa mendukung pertumbuhannya dan menjadikan anak sehat. Tapi hal tu bisa saja sebaliknya, karena anak gemuk bukan berarti ia tumbuh menjadi anak yang sehat. Anak gemuk juga bisa mengalami risiko penyakit yang mematikan loh Moms, apa saja penyakit tersebut? Mari cari tahu di bawah ini!

 

Risiko kesehatan yang ada pada anak gemuk

Banyak risiko yang harus dihadapi oleh anak dengan badan gemuk, baik itu dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang, berikut ini risikonya:

 

  1. Masalah pada otot dan tulang

Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada sistem otot dan tulang, terutama tulang bagian bawah yang harus menanggung beban badan bagian atas. Ini mengakibatkan banyak anak gemuk yang mengeluh sakit di bagian otot dan tulangnya. Nyeri pada otot dan tulang ini lebih banyak ditemukan pada anak obesitas.

 

  1. Diabetes mellitus tipe 2

Risiko gangguan toleransi pada glukosa bisa dialami oleh anak yang bertubuh gemuk atau obesitas, sehingga anak akan rentan untuk terjangkit penyakit diabetes mellitus tipe 2 ketika beranjak dewasa. Hal ini didukung oleh penelitian dari National Health and Nutrition Examination Survey 2005-2006 di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa tingkat pre-diabetes pada anak yang melebihi berat badan 2,6 kali lebih tinggi daripada anak dengan berat badan normal.

 

  1. Penyakit jantung

Faktor risiko penyakit jantung pada anak obesitas dapat dijumpai dari kadar kolestrol yang tinggi, tekanan darah tinggi dan kelainan dalam toleransi glukosa. penelitian Bogalusa Heart Study di AS menunukkan 70% anak usia 5-17 tahun yang obesitas ditemukan memiliki satu faktor risiko menderita penyakit jantung.

 

  1. Asma

Anak gemuk pada umumnya akan mengalami gangguan pernafasan, seperti asma. Sebuah penelitian pun menunjukkan bahwa anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas mempunyai risiko asma sebesar 40-50% lebih tinggi dibandingkan dengan anak normal. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan pada anak dan remaja usia 16-19 tahun menunjukkan hasil Indeks Massa Tubuh (TMT) yang tinggi mempengaruhi pengembangan penyakit asma dan juga dapat menyebabkan penyakit asma lebih parah.

 

 

 

Pencegahan kegemukan pada anak

Kegemukan pada anak terjadi karena asupan yang masuk melebihi energi yang keluar. Terlalu banyak makan dan sedikit aktivitas fisik menyebabkan anak mengalami kenaikan berat badan dan mengakibatkan obesitas.

 

Pada masa pertumbuhan anak, sebaiknya Moms memberikan makanan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Batasi juga konsumsi makanan dan minuman ringan untuk anak. Terlalu banyak mengkonsumsi produk yang banyak mengandung kalori rendah zat gizi ini tidaklah baik. Biasakan juga agar anak beraktivitas minimal 60 menit per hari untuk menjaga kebugaran tubuh.

 

Cara mengetahui anak gemuk atau normal

Moms bisa memantau berat badan anak  dengan melihat grafik pertumbuhan di Kartu Menuju Sehat (KMS) anak (untuk usia di bawah 5 tahun) agar mengetahui kondisi berat badan anak, sehingga terhindar dari obesitas. Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya Moms secara rutin membawa anak ke Posyandu, Puskesmas, bidan atau dokter setiap bulannya agar mengetahui status gizi anak dan seberapa jauh perkembangan dan pertumbuhan anak.

Leave a Comment