7 Masalah Utama yang Timbul Akibat Obesistas pada Anak

Berat badan lebih dan obesitas merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena tubuh memiliki penyimpanan energi dalam jumlah lemak tubuh yang abnormal. Hal ini juga bisa terjadi pada anak-anak, dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan serta perkembangan fisik yang tidak sesuai. Obesitas pada anak ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor pola asuh orangtua dan pola pemberian asupan makanan. Perlu Moms tahu bahwa tubuh anak masih memerlukan penyesuaian asupan makanan akan menyimpan banyak energi dalam bentuk lemak jika tidak diimbangi dengan konsumsi secukupnya dan aktivitas fisik. Jika asupan tidak dapat diimbangi maka anak akan mengalami obesitas. Ada 6 masalah utama yang bisa anak dapatkan jika ia mengalami obesitas, berikut ini penjelasannya:

 

  1. Gangguan pertumbuhan muskuloskeletal

Obesitas pada anak akan mengganggu pertumbuhan tulang, sendi, dan otot pada anak. Masa masa anak-anak, tulang dan sendi sedang mengalami pertumbuhan sehingga belum memiliki bentuk dan kekuatan yang optimal, apabila seorang anak mengalami berat badan berlebih maka akan merusak area pertumbuhan tulang dan dapat mencederai tulang. Beberapa gangguan pada tulang ini seperti slipped capital femoral epiphysis (SCFE) yang merupakan kondisi tulang paha (femur) yang mundur ke belakang akibat area pertumbuhan tulang tidak dapat menahan berat badan. Ada juga penyakit blount, patah tulang, flat feet, gangguan koordinasi.

 

  1. Kolestrol tinggi dan tekanan darah tinggi

Pada umumnya kolestrol tinggi dan tekanan darah tinggi akan dialami oleh orang dewasa, tapi anak juga bisa mengalami hal tersebut, terlebih jika ia mengidap obesitas maka akan semakin meningkatkan risiko dua penyakit tersebut. Karena terjadinya obesitas pada anak akan menyebabkan penumpukan pada plak di dalam arteri yang akhirnya menyebabkan penyempitan dan akan berubah menjadi keras sehingga dapat menyebabkan serangan jantung dan stoke pada anak.

 

  1. Sleep Apnea atau gangguan tidur

Anak dengan obesitas ini akan sulit tidur dan mengalami gangguan tidur sehingga membuat anak mendengkur yang diakibatkan oleh ketidaknormalan dari saluran pernafasan anak. Sleep apnea atau gangguan tidur ini adalah komplikasi yang terjadi karena obesitas.

 

  1. Asma

Masih berhubungan dengan pernafasan dari poin sebelummya. Obesitas pada anak pun akan mengakibatkan sakit asma karena mengganggu perkermbangan dan kesehatan paru-paru akibat lemak yang menumpuk.

 

  1. Diabetes militus tipe 2

Tak hanya orang tua yang bisa terkerang diabetes, anak obesitas pun bisa terserang penyakit ini. Penyakit diabetes militu tipe 2 akan berdampak pada tumbuh anak dalam mencerna gula yang disebabkan oleh pola makan yang buruk. Hal ini bisa dihindari dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga pada anak.

 

  1. Masalah interaksi sosial

Anak dengan obesitas cenderung mendapat stigma dari orang-orang dan kurang diterima di lingkungan sosial susianya. Mereka cenderung dipandang negatif, diskriminasi, hingga menerimabully dari teman-temannya karena kondisi fisik yang berbeda. Anak obesitas juga cenderung terpinggirkan dalam permainan yang memerlukan kekuatan fisik karena mereka lambat bergerak dibanding anak lain. Kondisi ini akan menyebabkan anak obesitas menarik diri dari lingkunngan dan memilih tinggal di rumah sehingga mengurangi aktivitas fisik mereka.

 

  1. Gangguan psikologis

Gangguan psikologis ini terjadi karena stigma dan diskriminasi sosial dan dapat menimbulkan rasa minder yang cenderung menjadi rendah diri bahan kehilangan rasa percaya diri akibat body image yang dimilikinya. Selain itu juga dapat menimbulkan masalah perilaku dan gangguan belajar karena memiliki kecemasan dan menarik diri dari lingkungan sehingga berdampak pada kehidupan akademiknya. Adapun depresi yang disebabkan oleh akumulasi dari masalah psikologis yang dipicu oleh interaksi sosial.

Leave a Comment