Informasi Lengkap Mengenai Pola Makan Gluten Free yang Diterapkan Pada Anak

 Moms, sudah dengar mengenai diet Gluten Free yang dijalani banyak orang lakukan untuk terhindar dari penyakit celiac disease?, penyakit ini menyebabkan tubuh tidak bisa mengolah makanan yang mengandung gluten, dan akan menyebabkan kerusakan usus halus dan bagian lain dari sistem pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh kelainan pada tubuh Anda sendiri sehingga dianjurkan untuk diet gluten demi menjaga kondisi usus dan sistem pencernaan.

 

Tapi tidak hanya penderita celiac disease yang sudah terdiagnosa saja yang menjalani diet gluten free ini, orang-orang yang belum terdiagnosa pun ikut-ikutan melakukan diet ini demi kesehatannya, bahkan ada orang tua yang mengharuskan anaknya menjalani pola makan gluten free ini, lalu apakah gluten free ini baik untuk dilakukan anak-anak? Mari kita cari tahu informasi lebih lengkapnya di bawah ini!

 

Mari Berkenalan dengan pola makan gluten free!

Sebelum mengetahui apakah pola makan gluten free ini baik untuk anak atau tidak, sebaiknya Anda ketahui dulu apa itu diet gluten free. Diet gluten free adalah pola makan di mana orang tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum , tepung, atau kadang-kadang juga oats. Mereka juga harus menghindari makanan seperti pasta, roti, kue, cookies, biskuit crackers, makanan bersaus tepung dan lain-lain. Mereka mengganti makanan tersebut dengan makanan yang bebas gluten seperti tepung beras.

 

Apakah gluten berbahaya bagi tubuh?

Sebenarnya gluten tidak berbahaya untuk tubuh, gluten ini justru berfungsi sebagai protein pada tubuh. Tapi, karena banyak yang menjadi takut terserang penyakit celiac disease,sehingga orang mengira gluten komponen yang berbahaya dan beracun pada makanan. Akibatnya banyak orang tua berpikir anak-anaknya perlu terhindar dari makanan yang mengandung gluten.

 

Apa risikonya jika anak yang sehat menjalani pola makan gluten free?

Moms, sebagai orang tua Anda perlu mengetahui bahwa sampai saat ini tidak ada keuntungan dari menerapkan pola makan gluten free, kecuali jika anak memang mengidap celiac disease atau alergi gandum. Selain itu, menghindari makanan yang mengandung gluten berarti anak atau Moms mengonsumsi lemak dan kalori yang lebih tinggi, karena produk gluten free yang dijual di pasaran biasanya mengandung lemak dan gula yang leblih tinggi dibandingkan dengan makanan aslinya. Hal tersebut bisa jadi menyebabkan obesitas atau pradiabetes. Menghindari makanan yang mengandung gluten juga bisa membuat anak kekurangan beberapa nutrisi penting, terutama vitamin B, folat dan zat besi. Tidak semua dirugikan oleh diet gluten free ini, ada juga orang yang menjadi lebih sehat dan memiliki kualitas hidup lebih baik setelah menerapkan pola makan gluten free, tapi emreka juga perlu bimbingan dan konsultasi ahli gzi. Tidak ada juga bukti yang menunjukkan bahwa penerapan pola makan gluten free pada anak membuat anak-anak terhindari dari celiac disease.

 

Saat yang tepat untuk menerapkan pola makan gluten free pada anak.

Dalam penerapan pola makan gluten free, bila anak tidak mengidap celiac disease atau alergi gandum, maka  pola makan gluten free yang Moms terapkan malah lebih banyak membawa masalah daripada keuntungannya. Oleh karena itu, para orang tua termasuk Moms harus benar-benar mengonsultasikan perihal pola makan gluten free ini selengkap-lengkapnya dengan ahli gizi sebelum diterapkan ke anak-anaknya, dimulai dari segi finansial, sosial, konsekuensi nutrisi yang hilang dan penerapan-penerapan yang dilarang.

Leave a Comment