Kenali Gejala Keracunan dan Penanganannya pada Anak

Moms, perhatikan anak Anda ketika memakan sesuatu agar terhindar dari keracunan. Keracunan makanan ini diakibatkan oleh zat berbahaya atau racun yang tercampur dalam makanan anak Anda. Biasanya keracunan ini terjadi ketika anak salah makan dalam artian bisa memakan makanan basi, kadaluarsa atau mengandung zat dan racun yang berbahaya, bisa juga karena mengonsumsi makanan dengan proses memasak yang tidak benar. Jangan panik dulu ketika anak mengalami keracunan, Anda bisa mengatasi dan mencegahnya. Berikut informasi lengkapnya Moms.

 

Gejala keracunan makanan yang bisa dilihat pada anak

Beberapa gejala keracunan yang harus diwaspadai terjadi pada anak Anda adalah sakit perut, anak merasa mual dibarengi dengan muntah-muntah, diare dan bolak-balik ke toilet, demam dan banyak berkeringat serta adanya darah pada feses anak.

 

Tindakan untuk menghindari keracunan pada anak

Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa anda lakukan pada anak agar terhindar dari keracunan, berikut ini cara-caranya:

  1. Bentuk kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air dan setelah menyentuh makanan mentah.
  2. Masak daging dengan suhu yang aman. Seperti daging sapi dan babi pada 71 derajat celcius. Potong daging dengan tebal dan masak dengan suhu 63 derajat celcius. Untuk ayam dan kalkun Anda bisa memasaknya di 74 derajat celcius. Masak telur ayam sampai kuning telur matang. Jika memasak ikan, pastikan suhu yang Anda gunakan adalah 63 derajat celcius.
  3. Bersihkan semua peralatan memasak dengan sabun dan air panas
  4. Cuci semua sayur dan buah yang tidak dikupas hingga bersih
  5. Jangan beri susu yang belum diolah pada keluarga Anda
  6. Pisahkan makanan mentah dari jenis makanan lainnya
  7. Gunakan bahan yang tidak tahan lama
  8. Masukkan makanan sisa ke dalam wadah yang rapat dan simpan di kulkas
  9. Jika makanan sudah basi, kadaluarsa dan memiliki rasa yang aneh sebaiknya segera dibuang
  10. Keluarkan makanan yang sudah Anda simpan di freezer dan letakkan di lemari es, microwave atau air dingin, tidak boleh dengan suhu ruangan.
  11. Jika ada ibu hamil, maka hindari makanan daging atau seafood yang mentah, setengah matang, telur mentah, seafood yang diasap, dan produk yang mengandung telur mentah, keju lunak, susu dan jus yang tidak dipasteurisasi
  12. Terakhir, jangan minum air dari sungai atau sumur yang tidak disterilkan

 

Menghilangkan keracunan pada anak

Jika anak sudah terkena keracunan makanan, maka Anda bisa melakukan pengobatan atau pertolongan pertama pada anak. Biasanya keracunan ini bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari kemudian. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan istirahat cukup, pastikan anak beristirahat dengan cukup di rumah. Memberikan banyak cairan untuk diminum agar terhindar dari dehidrasi, seperti minum elektrolit atau apapun kecuali susu dan minuman yang mengandung kafein. Minum secara perlahan dan sedikit-sedikit tapi teratur agar lebih mudah menyerap cairan. Jangan lupa juga untuk makan makanan padat selama diare.

 

Moms jangan pernah memberikan obat diare tanpa resep dokter karena akan memperparah keracunan makanan pada anak. Jika diare dan muntah berhenti, berikan saja makanan rendah lemak dan hambar selama beberapa hari agar perut nyaman. Jika keracunan tidak kunjung sembuh segera hubungi dokter dan periksakan anak. Pada proses pemeriksaan biasanya dokter akan mengambil sampel darah, feses dan air kencing untuk diperiksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab dari keracunan. Dokter pun akan segera memberikan resep obat antibiotik pada Anda untuk mematikan bakteri penyebab keracunan.

 

 

Leave a Comment