Kenali Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi

Setiap orang pasti memerlukan nutrisi untuk tubuhnya, jika tidak maka tubuh akan terganggu dan menyebabkan penyakit. Terlebih pada bayi yang baru lahir dan sedang dalam masa emas pertumbuhan. Bayi yang baru lahir ini harus dipenuhi setiap kebutuhan nutrisi dan gizinya, dan sebagai orangtua sudah menjadi kewajiban Anda untuk mengawasi dan menentukan asupan makanan yang bergizi bagi bayi. Salah satu asupan yang penting untuk tumbuh kembang bayi adalah zat besi. Zat besi ini berfungsi untuk membantu membangun metabolisme tubuh dan mengedarkan hemoglobin ke seluruh tubuh. Apa yang terjadi jika sang bayi kekurangan zat besi?

 

Selain berfungsi untuk mengedarkan hemoglobin ke seluruh tubuh, zat besi ini juga bisa berfungsi untuk enzim sang bayi. Zat besi juga bisa menjadi cadangan makanan. Dikatakan bahwa dua pertiga dari zat besi berperan untuk proses fungsional dalam tubuh. Tak hanya ketika proses pertumbuhan bayi saja, tapi zat besi juga sangat berperan dalam pertumbuhan anak ketika remaja agar terhindari dari penyakit defisiensi zat besi atau kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan penyakit lainnya, salah satunya adalah anemia. Begitu penting bukan Moms peran dari zat besi ini? Sehingga Moms harus selalu memberikan asupan makanan yang bengandung zat besi untuk bayi secara teratur agar asupannya terpenuhi.

 

Kenali tanda bayi yang kekurangan zat besi

Jika bayi mulai kekurangan zat besi maka fungsi tubuh anak akan terganggu secara perlahan. Seperti yang dikatakan di atas, bahwa kekurangan zat besi ini bisa menimbulkan anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh yang akan berakibat pada fungsi tubuh. Jika anak Anda mulai menandakan tanda-tanda di bawah ini, Moms harus waspada apakah bayi mulai kekurangan zat besi atau tidak, dan segera konsultasikan pada dokter anak. Berikut beberapa gejala yang bisa dilihat:

  • Kulit pucat
  • Kelelahan/ lemas
  • Penurunan kemampuan kognitif dan perkembangan sosial
  • Luka pada lidah
  • Suhu tubuh naik turun
  • Mengalami infeksi

 

Sebagai data pendukung mengenai dampak yang akan diterima bayi jika kekurangan zat besi, Bayley Scales of Infant Developement mengadakan penelitian pada beberapa bayi, dan hasil penelitiannya membawa hasil untuk bayi yang mengalami anemia dikarenakan kekurangan zat besi memiliki tes mental dan motorik yang rendah, pasif dan mudah lelah. Sebagai penanganan untuk kembali memenuhi zat besi bayi, Moms bisa memberikan makanan dengan kandungan zat besi, Moms juga bisa memberikan ASI ekslusif pada bayi selama 6 bulan pertama, berikan juga makanan pendamping ASI yang mengandung vitamin C. Selain itu ketika masa kehamilan, rajin-rajinlah untuk memeriksakan kandungan ke dokter agar janin bisa berkembang dengan baik.

 

Selain gejala di atas, Moms juga bisa mengetahui kondisi bayi yang sudah mengalami kekurangan zat besi, diantaranya adalah:

  • Bayi yang lahir prematur atau berat badan lahir rendah
  • Bayi yang sudah diberikan susu formula ketika di bawah 1 tahun
  • Bayi berusia 6 bulan, yang diberikan ASI tapi makanan pendamiping ASI tidak cukup baik dan sehat untuk memenuhi kebutuhan zat besi.
  • Anak berusia 1-5 tahun yang mengonsumsi susu formula lebih dari 710 ml
  • Anak balita yang mengalami penyakit infeksi kronis seperti diare
  • Anak yang kurang/tidak mengkonsumsi daging

 

Jumlah zat besi yang diperlukan bayi

Agar terhindar dari penyakit anemia karena kekurangan zat besi, maka Moms harus memberikan asupan zat besi yang cukup, dan berikut ini adalah jumlah zat besi yang bisa Moms berikan:

  • 7 sampai 11 bulan, memerlukan zat besi setidaknya 6 mg dalam sehari
  • 1 sampai 3 tahun, memerlukan 11 mg zat besi per hari
  • 4 sampai 6 tahun, memerlukan 15 mg zat besi per hari

 

 

 

 

Leave a Comment