Ketahui Bahaya Jajanan Sekolah dan Tips Agar Terhindar dari Jajanan Tak Sehat untuk Anak

 

 

Anak sekolah identik dengan yang namanya jajanan sekolah, bukan begitu Moms? Di setiap sekolah pun berjejer roda-roda makanan yang menjajakan dagangannya kepada anak-anak. Moms pun sering kali tidak melarang anak untuk membeli jajan sekolah itu, karena sudah menjadi hal yang biasa anak-anak untuk jajan di pinggir sekolah yang rentan kuman dan bakteri karena cara pengolahannya yang kurang higienis. Jika anak sudah terbiasa jajan jajanan sekolah yang kurang sehat maka akan sulit untuk melarangnya, hal ini tentunya akan berpengaruh pada kondisi kesehatan anak jika terlalu banyak mengonsumsi jajanan sekolah yang kurang sehat. Apa saja bahayanya? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!

 

Bahaya dari jajanan sekolah yang dianggap tidak sehat

Kandungan yang berbahaya dan kebersihan yang tidak terjaga dari jajanan sekolah ini bisa menyebabkan kondisi kesehatan anak terganggu jika dikonsumsi setiap hari, bisa juga mengakibatkan pusing dan mual, muntah-muntah, kram perut, kram otot, lumpuh otot, diare, cacat, bahkan mungkin menyebabkan kematian jika kondisi anak sudah semakin parah.

 

Di tahun 2014 saja, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan bahwa jajanan sekolah ini tidak aman untuk dikonsumsi meski memiliki rasa yang lezat. Hal ini disebabkan oleh pencemaran mikroba, bahan tambahan pangan (zat aditif) berlebih, dan penggunaan bahan berbahaya. Laporan BPOM tahun 2015 juga menunjukkan sebanyak 9,37% dari 416 sampel jajanan sekolah di DKI Jakarta tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

 

Tips memilih jajanan sekolah yang sehat untuk anak

Memang jajanan sekolah ini berbahaya untuk kesehatan anak, tapi tidak semua jajanan berbahaya, ada juga makanan yang aman dan masih sehat untuk dikonsumsi meskti tidak boleh setiap hari. Untuk itu Moms harus membekali anak dengan tips-tips berikut ini agar anak bisa terhindar dari jajanan sekolah yang tidak sehat, berikut ini beberapa tips untuk memilih jajanan yang sehat:

 

  1. Perhatikan warna, rasa, dan aroma makanan

Moms bisa memberitahu anak untuk tidak memilih makanan atau minuman yang berwarna mencolok, memiliki rasa yang terlalu asin, manis atau asam, beraroma tidak enak seperti bau tengik. Moms juga bisa membatasi anak untuk mengkonsumsi minuman ringan atau minuman berasa. Terutama bagi anak yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Sebaiknya pantau asupan gula, garam dan lemaknya dalam sehari.

 

  1. Baca label makanan

Ajarkan juga anak untuk membeli makanan dalam kemasan Moms. Biasakan anak untuk selalu membaca label makanan pada kemasan makanan tersebut, dan perlu diperhatikan juga jenis produknya, tanggal kadaluarsa, komposisi dan informasi nilai gizi dalam makanan yang ada dalam makanan kemasaan.

 

  1. Ajarkan anak agar menjaga kebersihan

Setelah mengajari anak untuk memilih makanan yang aman, Moms juga harus mengajarkan anak menjaga kebersihan diri sendiri. Salah satunya dengan selalu mencuci tangan. Tangan ini bisa menjadi sumber kuman, karena anak cenderung malas untuk mencuci tangan sebelum makan. Hal ini juga yang bisa menjadi sumber bakteri dan dapat menyebabkan penyakit, seperti diare.

 

  1. Pilih jajanan yang aman

Terakhir, pilih makanan dalam kategori aman, yaitu makanan atau jajanan yang bersih, sudah dimasak, tidak bau tengik, dan tidak bau asam. Moms bisa memilih jajanan yang bersih dengan memperhatikan kebersihan tempat jualan dari jajanan tersebut dan kebersihan dari pedangannya sendiri. Perhatikan segala hal yang berhubungan dengan kebersihan, mulai dari air untuk mencuci, cara penyimpanan makanannya, cara penyajiannya dan tempat menyajikan makanannya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment