Pemakaman Sang Penulis Kondang Arswendo Atmowiloto di San Diego Hills

Anda pasti sudah tidak asing dengan Arswendo Atmowiloto, banyak sekali buku dan novel yang telah dia terbitkan bahkan rata rata menjadi trending. Sekarang sang penulis sudah tenang dan di makamkan di San Diego Hills kurang lebih sepuluh tahun lalu. Arswendo Atmowiloto meningal Karena berbagai macam penyakit yang telah lama mengerogoti tubuhnya.

Mengenal Arswendo Atmowiloto

Arswendo Atmowiloto  adalah penulis yang juga merangkap sebagai wartawan. Ada banyak sekali surat kabar yang merupakan langanan dia menyetor berita seperti salah satu surat kabar ternama seperti kompas atau media anak muda sepertia majalah HAI. Bukan hanya itu saja, beliau juga menulis cerpen, skenario film, naskah drama, dan novel. Arswendo lahir di Surakarta, Jawa Tengah tanggal 26 November 1948 dan meninggal di Jakarta tanggal 19 Juli 2019 di umur 70 tahun. Sang penulis meningalkan satu istri dan anak saat dia meningal.

Arswendo lahir dengan nama Sarwendo namun ia mengganti namanya menjadi Arswendo dan menambahkan nama ayahnya sebagai nama belakangnya yaitu Atmowiloto. Sekitar tahun 71 Arswendo Atmowiloto  mencoba untuk menerbitkan salah satu cerpen pertama, pada saat ini majalah sleko adalah majalah yang pertama menerima naskah dia dan setelah itu dia melanglang buana dan pernah menjadi salah satu pimpinan sastra di solo jawa tengah.

Sekitar tahun 70, Arswendo Atmowiloto menulis salah satu novel yang akan membuat namanya melambung, yaitu novel keuarga cemara, novel tsb sangat sukses dan bahkan diadaptasi menjadi film bahkan sinetron pada tahun 90an. Adanya novel tersebut membuat Arswendo Atmowiloto menerima banyak sekali penghargaan salah satunya dari kompas yang memberinya gelar penulis Indonesia terproduktif.

Pemakaman Arswendo Atmowiloto di San Diego Hills

Arswendo meninggal dunia di usia 70 tahun pada 19 Juli 2019 di kediamannya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan setelah melawan penyakit kanker kandung kemih yang dideritanya. Beliau kemudian dimakamkan di San Diego Hills di mana kaveling lahan makam sudah dibeli sejak 10 tahun yang lalu.

Lahan makam di San Diego Hills sengaja dipilih karena merupakan tempat pemakaman berupa taman yang sangat luas dan nyaman serta asri karena banyak rerumputan dan pepohonan yang hijau dan rindang yang selalu dirawat dan dibersihkan secara rutin untuk menjaga kenyamanan para peziarah.

San Diego Hills menjadi ikon di kalangan masyarakat kelas atas yang dimiliki oleh Lippo Land Club dengan memadukan konsep pemakaman elegan Forest Lawn dan budaya-budaya Indonesia sehingga siapa saja tidak peduli budaya dan agama bisa membeli makam di San Diego Hills. Layanan dan fasilitas yang diberikan San Diego Hills sangat memuaskan, wajar jika lahan makamnya cukup mahal.

Selain San Diego Hills, Lippo juga baru-baru ini menghadirkan makam khusus umat Muslim yaitu Raudlatul Jannah Memorial Park. Pemakaman yang secara harafiah artinya Taman Surga ini terletak di Karawang, Jawa Barat sama seperti San Diego Hills. Standar pengelolaan juga sudah sesuai dengan aturan dan kaidah Islam.